Central CCTV: 5 Langkah Keamanan CCTV dari Peretasan

Kamera CCTV dipasang untuk melindungi, tetapi kamera yang dibiarkan dengan pengaturan pabrik justru bisa menjadi pintu masuk bagi orang yang tidak berhak. Pada April 2026, komisi perlindungan data pribadi Korea Selatan meluncurkan kampanye keamanan kamera IP bersama kementerian dan pemerintah daerah. Menurut laporan Asia Economy, sebagian video dari kamera IP ditemukan beredar di situs ilegal luar negeri. Central CCTV membahas lima langkah praktis agar keamanan CCTV di rumah dan usaha Anda tetap terjaga.

Mengapa CCTV Bisa Menjadi Celah Keamanan?

CCTV modern bukan lagi sekadar kamera dan kabel. Kamera IP serta perekam seperti NVR atau DVR terhubung ke jaringan, sehingga statusnya mirip komputer: bisa diserang bila pengamanannya lemah. Penyebab yang paling sering justru hal yang paling sederhana, yaitu kata sandi bawaan pabrik yang tidak diganti.

Pada Desember 2023, badan keamanan siber Amerika Serikat, CISA, mendesak produsen perangkat agar berhenti membekali produk dengan kata sandi bawaan. Alasannya, kredensial bawaan yang tidak diganti menciptakan celah yang bisa dimanfaatkan penyerang untuk melewati autentikasi, sebagaimana dilaporkan BleepingComputer. Penggunaan kata sandi bawaan juga dibahas IPVM sebagai risiko nyata, dengan botnet Mirai sebagai contohnya.

Sebuah buletin siber NYSIC tahun 2025 yang dibagikan melalui WaterISAC mencatat kampanye aktif yang menyasar kamera IP dan perekam video digital lewat kata sandi bawaan, firmware usang, dan konfigurasi yang belum dioptimalkan. Pola serupa bisa terjadi di mana saja, termasuk di Kalimantan Tengah.

5 Langkah Keamanan CCTV yang Wajib Dilakukan

1. Ganti nama pengguna dan kata sandi bawaan

Lakukan sebelum perangkat tersambung ke internet. Gunakan kata sandi panjang dan unik untuk setiap perangkat, lalu simpan di pengelola kata sandi. Komisi Korea Selatan di atas juga menyarankan pengguna mengganti akun dan kata sandi bawaan saat membeli kamera IP, serta memeriksa apakah produk memiliki sertifikasi keamanan informasi.

2. Perbarui firmware dan pilih produk yang terjamin

Firmware usang adalah salah satu celah yang disebut dalam buletin NYSIC. Pilih produk resmi yang masih menerima pembaruan, dan minta teknisi memeriksa versi firmware saat instalasi maupun saat perawatan. Bila ada perangkat dengan kredensial tertanam yang tidak bisa diubah, buletin yang sama menyarankan untuk menghindarinya atau membatasi akses jaringannya.

3. Batasi akses dari internet

Aktifkan akses jarak jauh hanya bila Anda memang membutuhkannya, dan gunakan aplikasi resmi dari produsen atau jalur aman seperti VPN. Hindari membuka port perekam ke internet tanpa perlindungan, dan matikan akses yang sudah tidak dipakai. Ini adalah praktik umum pengamanan perangkat jaringan.

4. Amankan jaringan Wi-Fi dan router

Kamera yang aman tetap rentan bila router di rumah atau kantor lemah. Ganti kata sandi administrator router, gunakan sandi Wi-Fi yang kuat, dan bila memungkinkan pisahkan jaringan kamera dari perangkat lain.

5. Patuhi aturan privasi

Rekaman CCTV adalah data visual yang dapat memuat data pribadi. Pasal 17 ayat (1) Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) mengatur pemasangan alat pemroses data visual di tempat umum dan fasilitas pelayanan publik. Menurut uraian Hukumonline, pemasangan itu hanya untuk keperluan keamanan, wajib disertai informasi bahwa area tersebut diawasi, dan tidak digunakan untuk mengidentifikasi seseorang. Hukumonline menambahkan bahwa pengecualiannya adalah untuk pencegahan tindak pidana dan proses penegakan hukum. Menempatkan kamera di area seperti toilet umum termasuk pelanggaran.

Untuk rumah dan kantor pribadi, tetap bijak: jangan mengarahkan kamera ke area privat orang lain, pasang papan pemberitahuan, dan beri tahu karyawan bahwa area kerja direkam. Uraian ini bersifat informasi umum dan bukan nasihat hukum. Untuk kasus tertentu, konsultasikan dengan ahli hukum.

Checklist Ringkas Keamanan CCTV dari Central CCTV

Yang diperiksa Kapan dilakukan Mengapa penting
Kata sandi bawaan sudah diganti Saat instalasi Menutup celah yang paling sering dimanfaatkan
Firmware kamera dan perekam Saat instalasi dan perawatan berkala Menambal kerentanan yang sudah diketahui
Akses jarak jauh Saat instalasi dan saat staf berganti Mengurangi peluang akses tidak sah
Kata sandi router dan Wi-Fi Saat instalasi Mencegah penyusupan lewat jaringan
Papan informasi CCTV Saat pemasangan Memenuhi prinsip transparansi pelindungan data

 

Central CCTV: Instalasi Rapi, Sistem Aman

Instalasi yang baik bukan hanya soal kamera menyala dan gambar jelas. Saat memilih Central CCTV atau penyedia lain untuk Jasa Pemasangan CCTV di Palangkaraya, pastikan Anda mendapat konsultasi kebutuhan, instalasi yang rapi, dan dukungan after-sales. Mintalah teknisi menyerahkan akun administrator kepada pemilik, memastikan kata sandi bawaan sudah diganti, dan menjelaskan cara memakai akses jarak jauh dengan aman. Layanan upgrade dan perawatan juga membantu sistem tetap mutakhir dari waktu ke waktu.

Tanya Jawab Central CCTV seputar Keamanan CCTV

Seberapa sering kata sandi CCTV perlu diganti?

Yang terpenting adalah mengganti kata sandi bawaan dan memakai sandi panjang yang unik untuk setiap perangkat. Ganti kembali bila ada karyawan atau teknisi yang tidak lagi memerlukan akses, atau bila Anda curiga sandi bocor.

Apakah CCTV di rumah pribadi juga terkena UU PDP?

Pasal 17 ayat (1) secara khusus menyebut tempat umum dan fasilitas pelayanan publik. Meski begitu, rekaman yang memuat wajah orang sebaiknya tetap diperlakukan sebagai data pribadi: simpan dengan aman dan jangan disebarkan. Untuk kepastian hukum, tanyakan kepada ahli hukum.

Apa yang harus dilakukan bila kamera dicurigai diretas?

Putuskan perangkat dari jaringan, ganti kata sandi kamera, perekam, dan router, perbarui firmware, lalu minta teknisi memeriksa seluruh pengaturannya.

Butuh bantuan memeriksa pengaturan keamanan CCTV Anda? Tim Central CCTV siap diajak berkonsultasi melalui centralcctv.net.

Kesimpulan

Keamanan CCTV tidak berhenti pada pemasangan kamera. Kata sandi yang kuat, firmware yang mutakhir, akses jarak jauh yang terbatas, jaringan yang terlindungi, dan kepatuhan pada aturan privasi adalah lima langkah yang saling melengkapi.

Dengan menerapkannya sejak awal, kamera Anda tetap menjadi pelindung, bukan celah. Konsultasikan kebutuhan Anda dengan Central CCTV untuk sistem pengawasan yang aman, rapi, dan bertanggung jawab.

Referensi

  1.   BleepingComputer. “CISA urges tech manufacturers to stop using default passwords.” https://www.bleepingcomputer.com/news/security/cisa-urges-tech-manufacturers-to-stop-using-default-passwords/
  2.   IPVM. “IP Cameras Default Passwords Directory.” https://ipvm.com/reports/ip-cameras-default-passwords-directory
  3.   Asia Economy. “Beware of IP Camera Hacking: ‘Change the Default Password Immediately’.” 22 April 2026. https://view.asiae.co.kr/en/article/2026042215480081033
  4.   NYSIC / WaterISAC. Buletin siber “NYSIC CAU CYB 25-01” (2025). https://www.waterisac.org/wp-content/uploads/2025/08/U-TLP-CLEAR-NYSIC-CAU-CYB-25-01.pdf
  5.   Hukumonline. “Jerat Pidana Memasang CCTV di Toilet Umum.” https://www.hukumonline.com/klinik/a/jerat-pidana-pemasang-cctv-di-toilet-umum-lt648069bf3f737/
  6.   Hukumonline. “Pemrosesan Data Visual Tidak Sah, Ini Sanksinya.” https://www.hukumonline.com/klinik/a/pemrosesan-data-visual-tidak-sah-ini-sanksinya-lt63368386819ef
  7.   Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Basis Data Peraturan BPK. https://peraturan.bpk.go.id/Details/229798/u

Konsultasi Gratis untuk Sistem Keamanan Rumah dan Bisnis

Kontak

Alamat

© Central CCTV – Web Developed By Organix Branding